Perth,
Western Australia, 5–20 September 2026
Subuh di
Perth masih gelap ketika pesawat yang membawa rombongan siswa Edu Global
menyentuh landasan pada Minggu, 6 September 2026. Setelah perjalanan panjang
lintas negara dan lintas zona waktu, para siswa kelas XI SMA Edu Global Cirebon
akhirnya berpijak di benua yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku
pelajaran dan layar gawai. Mereka tidak datang sendiri: bersama rekan-rekan
dari Edu Global unit Bandung dan Medan, mereka menjadi satu keluarga besar
dalam Overseas Program 2026, perjalanan belajar selama enam belas hari di
Australia Barat.
Bagi banyak
siswa, ini adalah pengalaman pertama tinggal di luar negeri. Namun program ini
bukan wisata biasa. Setiap hari dirancang sebagai perpaduan antara belajar di
ruang kelas internasional, mengenal dunia perguruan tinggi, menyelami budaya
setempat, dan hidup langsung bersama keluarga inap (homestay). Semuanya
bermuara pada satu tujuan: membuka cakrawala siswa agar berani bermimpi dan
bersiap bersaing di tingkat global.
Satu
Keluarga, Tiga Kota, Satu Tujuan
Perjalanan
bermula pada Sabtu, 5 September 2026. Rombongan Cirebon dan Bandung berkumpul
di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), sementara rombongan Medan bertolak dari
Bandara Kualanamu (KNO). Setelah proses check-in bagasi dan imigrasi,
penerbangan menuju Perth ditempuh melalui rute transit, yakni Singapura bersama
Scoot dan Malaysia bersama AirAsia. Meski berangkat dari kota yang berbeda,
seluruh siswa bertemu dalam satu tujuan yang sama: Perth.
Kebersamaan
tiga unit ini menjadi salah satu nilai tambah program. Siswa dari Cirebon,
Bandung, dan Medan saling berbagi pengalaman, logat, dan cerita, sehingga
jaringan persahabatan antarunit Edu Global terbangun sejak awal, bahkan sebelum
mereka bertemu dengan teman-teman baru dari mancanegara.
Tiga kota, satu keluarga besar Edu Global, satu tujuan: belajar
tanpa batas.
Hari
Pertama: Disambut Hangat oleh Keluarga Baru
Setelah
mengambil bagasi dan sarapan di bandara, siswa diantar menuju pusat kota untuk
bertemu para host parents yang akan menjadi orang tua angkat mereka selama di
Perth. Sesi perkenalan dan induksi menjadi momen pertama yang mencairkan
suasana. Bersama keluarga inap masing-masing, siswa lalu mengenal sistem
transportasi kota dan berkeliling city tour, sebelum makan siang bersama dan
beristirahat di rumah baru mereka.
Sejak hari
itu, homestay menjadi ruang belajar yang tidak kalah penting dari ruang kelas.
Sarapan pagi, makan malam, hingga waktu bersama host parents setiap sore
menjadi kesempatan alami untuk melatih bahasa Inggris, memahami kebiasaan
setempat, dan belajar mandiri jauh dari rumah.
Ruang
Kelas Internasional: Bahasa, Wawasan, dan Keterampilan
Pada 7 hingga
11 September, hari-hari siswa berjalan dengan ritme yang rapi. Pagi hari mereka
berangkat dari homestay menuju lembaga bahasa mitra, mengikuti kelas dan
kegiatan pengayaan bersama pengajar setempat, lalu menikmati waktu luang di
sekitar area belajar sebelum kembali ke keluarga inap menjelang malam. Suasana
belajar yang berbeda dari kelas di tanah air menuntut siswa aktif berbicara,
bertanya, dan berinteraksi dalam bahasa Inggris sepanjang hari.
Pengalaman
ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana bahasa Inggris digunakan sebagai
alat komunikasi sehari-hari, bukan sekadar mata pelajaran. Kepercayaan diri
siswa untuk berbicara tumbuh dari interaksi langsung dengan pengajar, teman
sebaya internasional, dan masyarakat sekitar. Rangkaian belajar di lembaga
mitra ini ditutup dengan penghargaan atas keikutsertaan siswa selama program
berlangsung.
Menyapa
Kampus Impian
Bagian yang
paling dinanti banyak siswa kelas XI adalah kunjungan ke perguruan tinggi,
sebab tahun-tahun mereka di SMA tinggal menyisakan langkah menuju studi lanjut.
Pada 14 September, rombongan mengunjungi The University of Western Australia
(UWA), salah satu universitas ternama di Australia Barat. Sorenya mereka
menyambangi Stanley College di Mirabooka untuk mengenal pilihan pendidikan
lanjutan yang berorientasi pada keterampilan praktis.
Program
dilanjutkan dengan university sit-in di Murdoch University pada 15 hingga 17
September. Selama tiga hari, siswa merasakan suasana kampus secara langsung,
mulai dari lingkungan belajar, cara mahasiswa berinteraksi, hingga fasilitas
yang tersedia. Kunjungan ke TAFE pada 16 September melengkapi wawasan siswa
bahwa jalur pendidikan lanjutan tidak tunggal: ada jalur akademik universitas
dan ada pula jalur vokasi yang menyiapkan tenaga terampil.
Kunjungan-kunjungan
ini memberi bekal berharga saat siswa menyusun peta masa depan. Mereka melihat
langsung seperti apa kampus di luar negeri, apa yang dibutuhkan untuk masuk ke
sana, dan bagaimana mimpi studi internasional bisa dipersiapkan sejak sekarang.
Kampus impian tak lagi sebatas brosur. Kini mereka pernah
berjalan di lorongnya.
Menyelami
Alam dan Budaya Australia Barat
Di luar jam
belajar, siswa diajak mengenal wajah Australia Barat. Pada 11 September mereka
menjelajahi Kings Park, taman kota luas dengan panorama Perth yang memukau.
Akhir pekan berikutnya, 12 September, kegiatan dilanjutkan ke kawasan
Caversham, disusul 13 September dengan wisata di pantai Fremantle, kota
pelabuhan bersejarah yang dikenal akan suasana santainya.
Dimensi
budaya dan sejarah juga hadir lewat kunjungan ke WA Museum Boola Bardip pada 15
September. Museum ini mengajak siswa mengenal sejarah, alam, dan budaya
Australia Barat secara interaktif. Di sela-sela kegiatan, siswa tetap menjaga
rutinitas ibadah seperti salat, sehingga pengalaman lintas budaya berjalan
seiring dengan keteguhan nilai yang mereka bawa dari rumah.
Panggung
Budaya: Indonesia Tampil di Perth
Puncak
kebersamaan terjadi pada Closing Ceremony dan Cultural Exhibition di Murdoch
University pada 17 September. Siswa Edu Global menampilkan penampilan tari
tradisional Indonesia di hadapan para peserta dan mahasiswa setempat.
Pertunjukan itu menjadi momen membanggakan: kesempatan memperkenalkan kekayaan
budaya Nusantara kepada teman-teman dunia, sekaligus membuktikan bahwa
berwawasan global tidak berarti meninggalkan identitas.
Suasana kian
cair lewat pertandingan persahabatan antara siswa Edu Global dan mahasiswa
Murdoch University. Sportivitas dan tawa di lapangan menghapus jarak bahasa dan
budaya, menghadirkan pelajaran bahwa persahabatan bisa lahir dari medium apa
pun, bahkan sebuah permainan.
Menyapa
Perwakilan Negara di Tanah Rantau
Pada 18
September, rombongan mengunjungi Konsulat Republik Indonesia di Perth.
Kunjungan ini memberi siswa gambaran tentang peran perwakilan negara dalam
melayani warga negara Indonesia di luar negeri sekaligus mempererat hubungan
dengan Australia. Pengalaman ini juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah
air, terlebih setelah berhari-hari hidup di negeri orang. Kegiatan ditutup
dengan makan siang bersama di konsulat serta waktu bebas di pusat kota.
Perpisahan
dan Kepulangan
Sabtu, 19
September, menjadi hari perpisahan. Siswa menghabiskan waktu bersama host
family, menikmati makan siang perpisahan, mengemas barang, dan menyampaikan
terima kasih kepada keluarga yang telah menerima mereka dengan hangat. Setelah
singgah di Kings Park, rombongan bertolak ke bandara dan terbang kembali ke
Indonesia. Minggu, 20 September pagi, mereka tiba di tanah air dan kembali ke
kota masing-masing: Cirebon, Bandung, dan Medan.
Sekilas
Perjalanan
|
Tanggal |
Agenda Utama |
|
5
September |
Keberangkatan
dari CGK/KNO, transit Singapura (Scoot) dan Malaysia (AirAsia) |
|
6 September |
Tiba di Perth, disambut host parents, city
tour dan pengenalan transportasi |
|
7–11
September |
Immersion
belajar bahasa dan akademik di lembaga mitra; kunjungan kampus dan kegiatan
pengayaan |
|
12–13 September |
Eksplorasi Caversham dan Fremantle Beach
bersama teman dan keluarga inap |
|
14–17
September |
Kunjungan
UWA dan Stanley College, university sit-in di Murdoch University, WA Museum
Boola Bardip, TAFE, Closing Ceremony |
|
18 September |
Kunjungan ke Konsulat Republik Indonesia di
Perth |
|
19–20
September |
Perpisahan
dengan host family, penerbangan pulang, tiba di tanah air |
Lebih
dari Sekadar Perjalanan
Overseas
Program 2026 menjadi wujud nyata visi Edu Global School sebagai institusi
pendidikan terdepan yang menghadirkan kesempatan dan pengalaman belajar di
ranah global. Siswa tidak hanya mendengar tentang dunia internasional, tetapi
mengalaminya: berkomunikasi dalam bahasa Inggris, beradaptasi dengan budaya
baru, hidup mandiri, dan menjalin persahabatan lintas negara.
Program ini
juga sejalan dengan misi sekolah untuk membekali siswa dengan keterampilan
bernilai tambah agar mampu berkompetisi dan memberi perbedaan di dunia global,
tanpa melupakan pengembangan moral yang luhur. Kemandirian, tanggung jawab,
empati, dan kebanggaan pada identitas bangsa adalah bekal karakter yang tumbuh
sepanjang perjalanan. Hasilnya bukan hanya foto dan cerita, melainkan cara
pandang baru tentang belajar, tentang masa depan, dan tentang diri mereka
sendiri.
Kini para
siswa kembali ke ruang kelas masing-masing dengan cerita untuk dibagikan dan
semangat baru untuk dijalani. Perth mungkin sudah jauh di belakang, tetapi
pelajaran yang mereka bawa pulang akan terus menemani langkah mereka menuju
impian yang lebih besar.
Dunia yang dulu terasa jauh, kini terasa dekat dan siap
dijelajahi.
#OverseasProgram2026 #EduGlobalSchool #SMAEduGlobal
#EduGlobalCirebon #EduGlobalBandung #EduGlobalMedan #StudyInPerth